Tahapan Memulai Penelitian
1. Pilih satu metode atau algoritma yg menarik
Tidak perlu dulu pikirkan bidang atau topik, yang penting kita tertarik
di suatu algoritma dan ingin research tentang itu. Nanti bidang dan
topik bisa kita tentukan dari obyek penelitian paper-paper journal yang
kita jadikan rujukan utama.
2. Cari paper-paper journal yang melakukan perbaikan metode
Pada paper-paper itu pasti menampilkan masalah dari algoritma yg membuat
dia memutuskan untuk memperbaikinya. Teknik mencari paper journal bisa
dengan fasilitas advanced search dan pilih pencarian hanya untuk title dari paper.
3.Tentukan masalah penelitian kita
Pahami apa yang diangkat menjadi masalah penelitian di paper-paper
tersebut. Apabila ada yang kesulitan menentukan apa itu masalah
penelitian. Langkah berikutnya adalah, pilih satu atau dua masalah yang kira-kira
menarik bagi kita dan banyak dibahas oleh para peneliti, dan jadikan itu
sebagai masalah penelitian kita. Jangan lupa rangkumkan paper-paper
yang mengangkat masalah yg sama (ini bisa jadi related research).
4. Pelajari dan pahami algoritma yang kita pilih
Usahakan bisa menguasai dengan baik penghitungan manual dari algoritma
tersebut. Dan coba dengan mengambil satu atau dua studi kasus, supaya
pemahaman kita sempurna. Cek lagi apakah masalah penelitian yang kita
pilih di tahapan 3 itu fenomenanya benar-benar terjadi secara nyata
ketika kita menjalan algoritma tersebut untuk suatu studi kasus. Bila
gagal memahami formula dari algoritma, googling untuk menemukan source
code dari algoritma yang kita jadikan topik penelitian.
5. Pikirkan ide dan solusi kita untuk menyelesaikan masalah itu (proposed method)
Ini dia yang paling sulit dari penelitian kita. Dan inilah yang disebut
dengan method improvement itu. Kontribusi keilmuwan kita ditentukan dari
metode yang kita usulkan dalam perbaikan metode. Ide perbaikan metode
ini bisa saja terinspirasi dari cara yang dilakukan peneliti lain (dari
hasil langkah2), tetapi dengan alur yang berbeda, dengan menambahkan
suatu proses, dengan menambahkan suatu koefisien, atau bisa saja dengan
menggabungkan berapa metode yang diusulkan oleh peneliti lain.
Mind Map untuk Memahami Topik Penelitian
Setelah kita berhasil menetapkan bidang dan topik penelitian, dan membaca banyak (puluhan atau ratusan) literatur, baik buku atau paper journal, baik yang berbentuk technical paper atau survey paper, maka waktunya untuk menggambarkan peta pengetahuan tentang topik penelitian yang telah kita pilih. Untuk menyajikan topik penelitian dalam satu gambar, banyak teknik yang bisa kita gunakan, salah satunya yang paling mudah dipahami adalah Mind Map.
Mind Map dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974. Mind Map didasarkan pada
cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa otak kita menyimpan informasi dalam sel-sel saraf dalam bentuk
cabang-cabang, sehingga bila dilihat sekilas akan tampak seperti bentuk
pohon dengan cabang dan rantingnya. Mind Map membantu kita untuk
memahami suatu hal yang kompleks, cukup dengan satu gambar. Sifatnya
yang divergen, dan membentuk cabang dan ranting dalam bentuk hierarki,
membantu kita secara alami dan pelan-pelan membuat peta pemikiran
tentang suatu hal. Banyak software yang bisa digunakan untuk membuat
Mind Map, diantaranya yang berlisensi open source adalah FreeMind dan XMind.
Software defect prediction saya letakkan di tema utama pada Mind Map. Kemudian saya mulai menganalisa dan mengumpulkan sub tema dalam bidang software defect prediction,
dan kemudian saya jadikan cabang dari tema utama di Mind Map. Saya
putuskan sub tema atau cabang di sekitar tema utama software defect
prediction adalah sebagai berikut:
- Journal apa saja yang sering mempublikasi paper di topik software defect prediction. Ini akan jadi gambaran journal apa saja yang sebaiknya kita kejar untuk referensi penelitian kita (Journal Publications)
- Sub topik penelitian apa saja yang dikerjakan di penelitian software defect prediction. Bagian ini memberi gambaran, sub topik apa yang sebaiknya kita pilih untuk penelitian kita (Research Topics)
- Dataset apa yang sering digunakan pada penelitian software defect prediction. Bagian ini memberi gambaran dataset apa yang bisa kita gunakan di bidang yang kita teliti (Software Defect Datasets)
- Metode prediksi apa saja yang sering digunakan pada software defect prediction. Bagian ini sangat penting karena kita bisa memahami state-of-the-art methods pada topik penelitian kita (Defect Prediction Methods)
- Masalah penelitian apa saja yang sering diangkat oleh para peneliti di bidang software defect prediction. Panduan kita untuk menyusun masalah penelitian yang akan kita ambil beserta landasannya (Research Problems)
Kemudian saya mulai mendetailkan masing-masing sub tema, dan bila
diperlukan saya lebih detailkan dalam bentuk sub sub tema. Saya lakukan
satu persatu dimulai dari membuat listing Journal Publications,
Untuk penelitian yang berkualitas, gunakan paper dari journal yang
terindeks ISI atau SCOPUS saja, supaya terhindar dari paper abal-abal
dan tidak jelas isinya. Sebaiknya menghindari literatur di level bawah
seperti conference proceedings, kecuali memiliki nilai SJR atau JIF yang
tinggi. Cek suatu journal terindeks SCOPUS atau tidak melalui situs ScimagoJR.Com
Apabila ada bagian yang memerlukan penjelasan lebih banyak, saya sisipkan catatan atau notes , dan penjelasan saya tulis di notes tersebut. XMind menyediakan fitur benama Notes, dan memberi icon seperti gambar di bawah.
Setiap tema, sub tema dan sub sub tema dari Mind Map, saya landasi
dengan paper journal yang berhubungan. File PDF dari paper saya sisipkan
dalam bentuk attachment. Kebiasaan untuk memberi nama file
dengan aturan LASTNAME – TITLE – YEAR pada paper yang kita download,
akan membuat Mind Map kita menjadi lebih rapi dan enak dilihat.
Mind Map untuk topik penelitian software defect prediction berhasil saya selesaikan.
Dengan menyusun Mind Map tentang topik penelitian kita, pemahaman kita
lebih komprehensif, peta pengetahuan tergambar dalam bentuk gambar yang
mudah dipahami. Kita bisa menjelaskan apapun pertanyaan tentang topik
penelitian kita dengan lugas, beserta landasan literatur yang
berhubungan. Kita juga memahami di mana posisi penelitian (research position)
kita. Metode Mind Map ini juga bisa kita gunakan ketika kita membuat
draft untuk menulis paper, membuat bahan presentasi, dan juga ketika
kita ingin membuat outline dari thesis yang akan kita tulis.
Tahap Memulai Penelitian
1. Tentukan Bidang Garapan (Research Field)
Untuk melihat bidang garapan adalah dengan melihat journal ilmiah (transaction) yang ada di asosiasi bidang computing, contohnya adalah list transaction di ACM, dan IEEE Computer Society.
Beberapa bidang garapan di disiplin ilmu computing, misalnya adalah:
Software Engineering, Data Mining (Knowledge Discovery in Database),
Image Processing, Information Retrieval, Networking, Human Computer
Interaction, Soft Computing, Computational Intelligence, dsb. Sekarang
yang penting adalah segera tentukan mana bidang garapan anda.
2. Tentukan Topik/Tema Penelitian (Research Topic)
Setelah bidang garapan ditentukan, sekarang tentukan topik penelitian
kita. Cara termudah menentukan topik atau tema penelitian kita adalah
dengan membaca buku, paper, artikel yang berjudul “research trends on”
dengan diikuti nama bidang yang kita pilih. Contohnya gunakan keyword:
“research trends on software engineering”, kombinasi keyword pencarian
selain itu adalah “research challenge on”, “research topics on”, dsb.
Dari beberapa paper yang kita baca, kita akan ngerti tren penelitian di
bidang yang kita garap apa saja. Kita juga bisa menganalisa tren
penelitian yang muncul di bidang garapan kita dengan melihat issue
(paling tidak sekitar 3 tahun terakhir) dari journal/transaction yang
berhubungan.
3. Tentukan Masalah Penelitian (Research Problems)
Setelah ketemu topik atau tema penelitian, kita maju lagi lebih dalam,
kita harus berhasil menemukan masalah penelitian yang ingin kita angkat
dari topik penelitian tersebut. Ini tahapan yang paling sulit dalam
penelitian, dan paling memakan banyak waktu, tapi kalau masalah
penelitian sudah ketemu, jalan penelitian akan mulai terlihat. Bagaimana
cara menentukan masalah penelitian? Cara tercepat adalah membaca paper
dari journal ilmiah, dan mulai dari paper yg sifatnya review baru
kemudian paper yg sifatnya technical.
Metode yang digunakan untuk mereview penelitian dan merangkumkannya
dalam “review paper” sudah mulai distandardkan oleh para peneliti. Di
bidang ilmu software engineering, banyak peneliti yang merujuk ke metode
Kitchenham dalam membuat “review paper”, dan judul menggunakan
terminologi yang sama yaitu “Systematic Literature Review” atau
disingkat SLR. Jadi kalau kita ingin menemukan “review paper” yang
bagus, coba searching dengan keyword: “systematic literature review”,
disamping tentunya tetap harus dicoba dengan menggunakan keyword “review
on” atau “survey on”, atau lebih dalam ke masalah penelitian dengan
“research problem on” atau “research challenge on”.
Jangan berhenti, kejar semua “technical paper” yang ada di daftar
referensi “review paper” di atas. Usahakan konsentrasi ke paper yang
diterbitkan dalam journal yang diindex oleh ISI (thomson) atau SCOPUS
(elsevier), supaya kita tidak pusing dengan paper conference yang kadang
dibuat asal-asalan. Masalah penelitian juga kadang bisa kita temukan di
bagian future work/research yang biasanya diletakkan sebelum conclusion
dari suatu paper. Masalah penelitian bisa merupakan masalah baru, yang
orang belum pernah mencoba memecahkannya (originality di masalah
penelitian), bisa juga masalah yang sudah dicoba dipecahkan orang dengan
cara dia, dan kita ingin memecahkan masalah tersebut dengan cara kita
(originality di metode untuk memecahkan masalah) (Dawson, 2009).
4. Rangkuman Metode-metode yang ada (State-Of-The-Art-Methods)
Lakukan studi literatur lagi, pelajari semua penelitian yang
tujuannya memecahkan masalah yang sama dengan yang kita lakukan. Pahami
metode/algoritma terkini yang mereka gunakan untuk memecahkan masalah
penelitian mereka (yang juga menjadi masalah penelitian kita). Ini yang
saya sebut dengan existing methods (metode-metode yang ada) atau state-of-the-art methods
5. Tentukan Metode yang Kita Usulkan (Proposed Method)
Kita harus bisa menentukan, membangun
dan mengusulkan suatu metode/model (proposed method/model), yg kita
harapkan bisa lebih baik bila dibandingkan dengan metode-metode yang
ada saat ini. Dan keunggulan metode yg kita usulkan tersebut harus
dilandasi (reference), dibuktikan secara matematis, dan secara empiris
lewat hasil eksperimen dan perbandingan dengan metode yang adas saat
ini. Metode atau model yang kita usulkan itu tidak harus benar-benar
baru, dalam artian, bisa saja dari state-of-the-art methods
yang ada dan terakhir muncul (secara publikasi adalah yang paling baru),
kita kemudian “menambahkan” sesuatu (algoritma, koefisien, formula,
dsb), yang akhirnya ketika kita bandingkan dengan metode original,
metode kita lebih baik (lebih cepat, lebih akurat, lebih konsisten,
dsb). “Penambahan” yang kita lakukan dan akhirnya membuat pemecahan
masalah menjadi lebih baik itulah yang disebut dengan kontribusi
penelitian (contribution).
Setelah kita yakin dengan metode yang
kita usulkan (tentu harus dilandasi secara kokoh oleh literatur
terkini), maka kita susun Research Questions (RQ) dan Research Objective
(RO) dari penelitian kita. Penelitian yang baik dan terencana harus
tersusun sejak awal desain korelasi antara RP – RQ – RO. Contohnya, dari
RP di tahap 3, saya membuat desain penelitian saya (korelasi RP-RQ-RO)
seperti gambar di bawah. Untuk masalah “noisy attributes” saya mencoba
menjawab dengan mencari “metode (algoritma) attribute weighting apa yang
paling baik untuk prediksi cacat software?”, ini akan menjadi RQ1 saya .
Setelah saya berhasil membandingkan secara empiris berbagai metode
attribute weighting yang ada. Maka saya akan mengambil satu algoritma
(metode) yang terbaik/terkini/state-of-the-art tersebut, dan kemudian
mengusulkan improvement (perbaikan) dari algoritma tersebut. Sehingga
untuk RQ2 saya, saya desain menjadi “bagaimana pengaruh metode attribute
weighting yang saya usulkan (perbaiki) pada tingkat akurasi pada
prediksi cacat software?”. Sedangkan RO-nya sendiri akan menyesuaikan
dari RQ yang ada. Untuk RP2 juga secara umum mirip, hanya bukan masalah
akurasi yang saya selesaikan, tapi konsisten dan reliability
(kehandalan) dari classifier.
Jadi dapat disimpulkan bahwa desain
penelitian saya terdiri dari dua masalah penelitian (RP1 dan RP2), empat
pertanyaan penelitian (RQ1-RQ4) dan empat tujuan penelitian (RO1-RO4).
Desain penelitian ini akan menjaga konsistensi dan kesinkronan
penelitian kita, sehingga kita tidak bingung ketika merangkumkan
penelitian kita dalam bentuk skripsi/tesis/disertasi. Dimulai dari dua
masalah penelitian di RP1-RP2, ada 4 eksperimen yang kita lakukan untuk
menjawab RQ1-RQ4, dan ada 4 kesimpulan yang akan kita tarik dari hasil
penelitian yang kita lakukan.
Kiat Menyusun Alur Latar Belakang Masalah Penelitian
Kiat 1: Paham Dua Gaya Research di Bidang Computing
Sebelumnya perlu dipahami bahwa gaya penelitian di bidang komputer (computing) secara umum terbagi dua yaitu gaya Computer Science (CS) dan gaya Information Systems
(IS) (Berndtsson et al., 2008). CS memiliki karakteristik penelitian
dan isu berhubungan dengan core technology dan perbaikan metode (method improvement).
Sedangkan penelitian IS lebih cenderung ke arah isu tentang interaksi
teknologi dan sosial, termasuk diantaranya mengukur dan menganalisa
kesuksesan penerapan teknologi dan sistem informasi. Tulisan kali ini
akan lebih cenderung ke alur latar belakang masalah penelitian bergaya
CS, meskipun tetap bisa digunakan untuk penelitian IS.
Kiat 2: Menjawab Semua Pertanyaan Why di Judul
Latar belakang masalah penelitian akan menjawab semua pertanyaan MENGAPA (WHY)
dari judul penelitian kita. Untuk mempermudah penjelasan, saya akan
gunakan, terjemahkan dan revisi paper penelitian (Fei et al, 2008) untuk
contoh paper yang kita bahas. Karena judul penelitiannya adalah Prediksi Produksi Padi dengan menggunakan Support Vector Machine berbasis Particle Swarm Optimization, maka latar belakang masalah harus bisa menjawab pertanyaan:
-
mengapa padi?
-
mengapa prediksi produksi padi?
-
mengapa support vector machine?
-
mengapa particle swarm optimization?
Bagaimana cara menguraikan jawaban dari pertanyaan 1-4, akan disajikan dalam contoh latar belakang masalah di bawah.
Kiat 3: Pola Alur dan Pokok Pikiran Paragraf
Kunci dari keberhasilan menyusun latar
belakang masalah penelitian seberapa komprehensif kita merangkumkan
penelitian kita. Tulisan yang baik adalah bahwa dengan hanya membaca
latar belakang masalah, orang langsung bisa memahami, apa yang kita
lakukan pada penelitian kita. Untuk bisa mencapai itu, pokok pikiran
seluruh paragraf pada latar belakang masalah penelitian harus memuat dan
mengikuti 6 pola alur berikut. Untuk mempermudah mengingat, saya
biasanya menggunakan singkatan OMKKMASASOLTU.
-
obyek penelitian (O)
-
metode-metode yang ada (M)
-
kelebihan dan kelemahan metode yang ada (KK)
-
masalah pada metode yang dipilih (MASA)
-
solusi perbaikan metode (SOL)
-
rangkuman tujuan penelitian (TU)
Contoh penerapan pola OMKKMASASOLTU ini, akan cepat dipahami melalui contoh latar belakang masalah yang saya uraikan di bawah.
Kiat 4: Belajar Menulis dengan ATM
Cara paling cepat dan manjur supaya kita mahir menulis paper ilmiah dan
tesis adalah dengan melakukan ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Banyak baca
paper, lihat bagaimana para peneliti menuliskan hasil penelitian mereka,
tiru alurnya tapi tidak nyontek kalimatnya, dan modifikasi pelan-pelan
di tulisan yang kita buat. Jangan lupa memilih paper yang dipublikasikan
di journal yang berkualitas, karena sudah menjadi rule-of-thumb
dalam dunia penelitian bahwa 80-90% paper ilmiah di dunia ini disajikan
dengan buruk. Paling tidak supaya tidak tersesat dalam studi literatur,
patokan paper yang berkualitas adalah masuk di journal yang terindeks
oleh ISI atau SCOPUS, dan memiliki nilai skor yang tinggi untuk
penghitungan Journal Impact Factor, Eigenfactor Score, Scimago Journal
Rank, atau Source Normalized Impact per Paper.
Kiat 5: Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Ketika kita telah berhasil menyusun latar belakang masalah yang baik
seperti di atas, masalah dan tujuan penelitian sudah pasti dapat kita
rangkumkan dengan baik. Di Indonesia masalah penelitian, biasanya
dirangkumkan dalam format identifikasi masalah (problem statement) dan rumusan masalah (research question).